...“Kamu adalah umat terunggul (khayra ummah) yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah daripada yang munkar dan kamu beriman kepada Allah”...
Wa'alaykumussalam, Sayang sekali jika masa para ulama' ini terbuang membincangkan hal seperti ini... "mereka suka akan perdebatan, perbalahan dan polemik yang
... From: maz <
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus menghidupkan JavaScript untuk melihatnya
> To:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus menghidupkan JavaScript untuk melihatnya
Sent: Mon, March 8, 2010 4:47:35 PM Subject: [atmaukm] Undangan ke Wacana Fikir ATMA 1/2010
... From: Dr A H Zeidan <
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus menghidupkan JavaScript untuk melihatnya
> Sent: Tuesday, March 9, 2010 0:38:33 Subject: Facebook: Do You Trust It?? Facebook is a trap please dont trust
Tahun 1968 yang baru kita lalui adalah tahun yang luar biasa. Di tahun 1968 kita berhari raya Idul Fitri samapai dua kali, yaitu 1 Januari 1968 dan 21 Desember 1968.
Maka timbullah inspirasi pada beberapa orang Kepala Jawatan dan juga pada beberapa orang Menteri Kabinet
Pembangunan, dan keluarlah perintah supaya peringatan halal bi halal
Idul Fitri dan hari Natal digabungkan jadi satu. Diadakan pertemuan
serentak disatu tempat, biasanya biasanya dijawatan-jawatan, dan
departemen-departem en; "Lebaran-Natal" . Maka tersebutlah perkataan
bahwasannya bapak Kepala Jawatan atau bapak Menteri atau bapak Jenderal
memulai sambutan beliau, bahwa demi kesaktian Pancasila yang wajib kita
amalkan dan amankan, dalam "Lebaran-Natal" ini kita menananmkan dalam
hati kita, sedalam-dalamnya, apa arti toleransi. Dan diaturlah acara
mula-mula membaca Al Quran, oleh seorang pegawai yang pandai 'mengaji', kemudian itu diiringi oleh seorang pendeta atau pastor yang
sengaja diundang, dengan membacakan ayat-ayat injil, terutama yang berkenaan dengan kelahiran 'Tuhan' Yesus. Yesus Kristus
Juru Selamat Dunia, Anak Alah Yang Tunggal, tetapi Dia sendiri adalah
Alah Bapak juga, menjelma menjadi ke dalam tubuh Santa Maria yang suci,
untuk kemudian lahir sebagai manusia.
Mengapa Orang Bukan Islam Tidak
Berhak Menggunakan Nama Allah:
Tanggapan
Terhadap Golongan Yang Membenarkan
Kedudukan
Masalah
Setelah isu ini
dibahas hampir dua tahun masih ramai lagi yang keliru tentang penggunaan nama
Allah oleh orang bukan Islam. Antara sebabnya ialah wujudnya pandangan yang
diberikan oleh beberapa cendekiawan yang digelar ulama’ yang mengatakan bahawa
terdapat dalil dalam al-Qur’an yang membenarkan hal tersebut. Dan tiadanya dalil yang menyokong larangan
penggunaan oleh bukan Islam. Penulis telah
berkesempatan untuk mengikuti isu ini dan memberi tanggapan sejak dari awal lagi
dan menghasilkan 3 artikel sebelum ini yang boleh dicapai dalam khairaummah.com.
Dalam makalah terakhir ini penulis cuba menjawab keraguan-keraguan yang
ditimbulkan dan memberikan hujah-hujah yang muktamad agar kecelaruan tidak
berterusan dan kepentingan umat Islam dapat dipertahankan. Dengan penjelasan
yang terbaik yang penulis dapat paparkan ini mudah-mudahan terbuka hati dan bertambah
yakin orang-orang yang inginkan kebenaran berdasarkan hujjah dan biarkanlah
tertutup hati orang-orang yang tidak mahu menerima kebenaran walaupun datang
dengan hujjah.
Membicarakan dinamika politik, agaknya selalu up to
date, hangat dan mengasyikkan. Ini mengingat, isu politik seolah tidak lagi
menjadi dominasi obrolan kaum elit, walaupun, pion catur politik tetap dikuasai
dan masih dijarah oleh kaum elitis, penguasa dan politisi yang bergelimang di
lingkungan kekuasaan. Walau demikian, arena
politik tetap saja membius masyarakat awam, menghipnotis kesadaran tentang
hak-hak primer mereka yang semakin hari terus mengalami pengikisan. Alam sadar
rakyat seolah terlena oleh gempitanya reformasi, yang seakan menjanjikan
terjadinya perubahan di segala level kehidupan dalam bernegara bangsa. Meskipun
akhirnya, riuh demokrasi itu, sebagai buah tuntutan reformasi, acapkali menjadi
simalakama, bahkan menjadi senjata yang memangsa tuannya sendiri.