...“Kamu adalah umat terunggul (khayra ummah) yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah daripada yang munkar dan kamu beriman kepada Allah”...
*Upon Refuting The Mufti Of Syria In A Friday Speech, Shaykh Muhammad al-Yaqoubi Is Dismissed From His Job In Damascus.* In defence of the Prophet Muhammad,
TOLERANSI, SEKULERISME, ATAU SINKRETISDari Hati ke Hati - HAMKA Tahun 1968 yang baru kita lalui adalah tahun yang luar biasa. Di tahun 1968 kita berhari raya
Oleh Pizaro, Apakah anda pernah menyaksikan film Band Of Brother garapan Steven Spielberg? Dimana bagunan runtuh dan betonnya menumpuk di daratan. Ya begitulah
Salam Pada saya, sebab Al-Quran perlu diturunkan pun kerana kitab-kitab awal belum sempurna. Dalam Al-Quran, Allah s.w.t dedahkan sikap mereka yang menentang
Mengapa Orang Bukan Islam Tidak
Berhak Menggunakan Nama Allah:
Tanggapan
Terhadap Golongan Yang Membenarkan
Kedudukan
Masalah
Setelah isu ini
dibahas hampir dua tahun masih ramai lagi yang keliru tentang penggunaan nama
Allah oleh orang bukan Islam. Antara sebabnya ialah wujudnya pandangan yang
diberikan oleh beberapa cendekiawan yang digelar ulama’ yang mengatakan bahawa
terdapat dalil dalam al-Qur’an yang membenarkan hal tersebut. Dan tiadanya dalil yang menyokong larangan
penggunaan oleh bukan Islam. Penulis telah
berkesempatan untuk mengikuti isu ini dan memberi tanggapan sejak dari awal lagi
dan menghasilkan 3 artikel sebelum ini yang boleh dicapai dalam khairaummah.com.
Dalam makalah terakhir ini penulis cuba menjawab keraguan-keraguan yang
ditimbulkan dan memberikan hujah-hujah yang muktamad agar kecelaruan tidak
berterusan dan kepentingan umat Islam dapat dipertahankan. Dengan penjelasan
yang terbaik yang penulis dapat paparkan ini mudah-mudahan terbuka hati dan bertambah
yakin orang-orang yang inginkan kebenaran berdasarkan hujjah dan biarkanlah
tertutup hati orang-orang yang tidak mahu menerima kebenaran walaupun datang
dengan hujjah.
Membicarakan dinamika politik, agaknya selalu up to
date, hangat dan mengasyikkan. Ini mengingat, isu politik seolah tidak lagi
menjadi dominasi obrolan kaum elit, walaupun, pion catur politik tetap dikuasai
dan masih dijarah oleh kaum elitis, penguasa dan politisi yang bergelimang di
lingkungan kekuasaan. Walau demikian, arena
politik tetap saja membius masyarakat awam, menghipnotis kesadaran tentang
hak-hak primer mereka yang semakin hari terus mengalami pengikisan. Alam sadar
rakyat seolah terlena oleh gempitanya reformasi, yang seakan menjanjikan
terjadinya perubahan di segala level kehidupan dalam bernegara bangsa. Meskipun
akhirnya, riuh demokrasi itu, sebagai buah tuntutan reformasi, acapkali menjadi
simalakama, bahkan menjadi senjata yang memangsa tuannya sendiri.
Tidak banyak profesor yang mudah ditemui dan senang diajak berbincang dengan para mahasiswa. Prof Wan Daud adalah salah satu pengecualian. Di kamar kerjanya sekarang, ATMA-UKM –setelah lebih lima tahun terpaksa meninggalkan ISTAC— hampir tiap hari ia menerima tamu. Mulai dari yang memberi pertanyaan, mengadukan masalah atau yang ingin silaturrahim untuk berdiskusi. Tamu yang datang pun bervariasi, mulai dari profesor, doktor, mahasiswa biasa atau tokoh-tokoh ketua perhimpunan mahasiswa.
Berbincang dengan Prof Wan, seperti berbincang dengan sahabat dekat. Ia akan melayani, menjawab pertanyaan-pertanyaan dan berdiskusi dengan kita dengan riang gembira. Mungkin karena kepribadiannya yang menarik itulah, maka Prof Naquib al Attas jatuh hati padanya mengajak bersama untuk membangun ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization), 1988. Prof Wan Daud pun menyambut ajakan ini dengan tangan terbuka. Karena ini adalah proyek besar yang berniyat untuk menjayakan pemikiran dan peradaban Islam semula.